Friday, 25 March 2011
Tuesday, 22 March 2011
Friday, 18 March 2011
Cam Siott Jewp
0lla senior paprika sekalian!!
2011 telah dtg...
dan aq ramal...
yg ta0 nie akn jadi cm ssial...
(ramal lu)....
2011 telah dtg...
dan aq ramal...
yg ta0 nie akn jadi cm ssial...
(ramal lu)....
Thursday, 17 March 2011
Epy, Frust, Mawa dan X Tentu Hala
wulaweyh....
sket sket....
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaadddd0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000yyyyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!
sket sket....
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaadddd0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000yyyyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!
Miranda Cosgrove Kissin' U Lyrics
Sparks fly, it's like electricity.
I might die when I forget how to breathe.
You get closer and there's no where in this world I'd rather be.
Time stops like everything around me is frozen,
and nothin' matters but these few moments,
when you open my mind to things I've never seen.
'Cause when I'm kissin' you my senses come alive.
Almost like the puzzle piece I've been tryin' to find,
falls right into place, you're all that it takes,
my doubts fade away when I'm kissin' you.
When I'm kissin' you it all starts makin' sense,
and all the questions I've been asking in my head,
like, Are you the one? Should I really trust?
Crystal clear it becomes when I'm kissin' you.
Past loves, they never got very far.
Walls up, made sure I guarded my heart.
And I promised I wouldn't do this 'til I knew it was right for me.
But no one, no guy that I met before could make me feel so right and secure.
And have you noticed I lose my focus,
and the world around me disappears.
'Cause when I'm kissin' you my senses come alive.
Almost like the puzzle piece I've been tryin' to find,
falls right into place, you're all that it takes,
my doubts fade away when I'm kissin' you.
When I'm kissin' you it all starts makin' sense.
and all the questions I've been asking in my head,
like, Are you the one? Should I really trust?
Crystal clear it becomes when I'm kissin' you.
I've never felt nothing like this.
You're makin' me open up.
No point even tryin' to fight this,
it kinda feels like it's looooove.
'Cause when I'm kissin' you my senses come alive.
Almost like the puzzle piece I've been tryin' to find,
falls right into place, you're all that it takes,
my doubts fade away when I'm kissin' you.
When I'm kissin' you it all starts making sense,
and all the questions I've been asking in my head,
like, Are you the one? Should I really trust?
Crystal clear it becomes when I'm kissin' you.
I might die when I forget how to breathe.
You get closer and there's no where in this world I'd rather be.
Time stops like everything around me is frozen,
and nothin' matters but these few moments,
when you open my mind to things I've never seen.
'Cause when I'm kissin' you my senses come alive.
Almost like the puzzle piece I've been tryin' to find,
falls right into place, you're all that it takes,
my doubts fade away when I'm kissin' you.
When I'm kissin' you it all starts makin' sense,
and all the questions I've been asking in my head,
like, Are you the one? Should I really trust?
Crystal clear it becomes when I'm kissin' you.
Past loves, they never got very far.
Walls up, made sure I guarded my heart.
And I promised I wouldn't do this 'til I knew it was right for me.
But no one, no guy that I met before could make me feel so right and secure.
And have you noticed I lose my focus,
and the world around me disappears.
'Cause when I'm kissin' you my senses come alive.
Almost like the puzzle piece I've been tryin' to find,
falls right into place, you're all that it takes,
my doubts fade away when I'm kissin' you.
When I'm kissin' you it all starts makin' sense.
and all the questions I've been asking in my head,
like, Are you the one? Should I really trust?
Crystal clear it becomes when I'm kissin' you.
I've never felt nothing like this.
You're makin' me open up.
No point even tryin' to fight this,
it kinda feels like it's looooove.
'Cause when I'm kissin' you my senses come alive.
Almost like the puzzle piece I've been tryin' to find,
falls right into place, you're all that it takes,
my doubts fade away when I'm kissin' you.
When I'm kissin' you it all starts making sense,
and all the questions I've been asking in my head,
like, Are you the one? Should I really trust?
Crystal clear it becomes when I'm kissin' you.
Monday, 14 March 2011
Ciuman Pertama ~ Khalil Gibran
Itulah tegukan pertama dari cawan yang telah diisi oleh para dewa dari air pancuran cinta.
Itulah batas antara kebimbangan yang menghiburkan dan menyedihkan hati dengan takdir yang mengisinya dengan kebahagiaan.
Itulah baris pembuka dari suatu puisi kehidupan , bab pertama dari suatu novel tentang manusia.
Itulah tali yang menghubungkan pengasingan masa lalu dengan kejayaan masa depan.
Ciuman pertama menyatukan keheningan perasaan-perasaan dengan nyanyian- nyanyiannya.
Itulah satu kata yang diucapkan oleh sepasang bibir yang menyatukan hati sebagai
singgahsana, cinta sebagai raja, kesetiaan sebagai mahkota.
Itulah sentuhan lembut yang mengungkapkan bagaimana jari-jemari angin mencumbui mulut bunga mawar, mempesonakan desah nafas kenikmatan panjang dan rintihan manis nan lirih.
Itulah permulaan getaran-getaran yang memisahkan kekasih dari dunia ruang dan matra dan membawa mereka kepada ilham dan impian-impian.
Ia memadukan taman bunga berbentuk bintang-bintang dengan bunga buah delima, menyatukan dua aroma untuk melahirkan jiwa ketiga.
Jika pandangan pertama adalah seperti benih yang ditaburkan para dewa di ladang hati manusia, maka ciuman pertama mengungkapkan bunga pertama yang mekar pada ranting pohon cabang pertama kehidupan.
~ Khalil Gibran
Itulah batas antara kebimbangan yang menghiburkan dan menyedihkan hati dengan takdir yang mengisinya dengan kebahagiaan.
Itulah baris pembuka dari suatu puisi kehidupan , bab pertama dari suatu novel tentang manusia.
Itulah tali yang menghubungkan pengasingan masa lalu dengan kejayaan masa depan.
Ciuman pertama menyatukan keheningan perasaan-perasaan dengan nyanyian- nyanyiannya.
Itulah satu kata yang diucapkan oleh sepasang bibir yang menyatukan hati sebagai
singgahsana, cinta sebagai raja, kesetiaan sebagai mahkota.
Itulah sentuhan lembut yang mengungkapkan bagaimana jari-jemari angin mencumbui mulut bunga mawar, mempesonakan desah nafas kenikmatan panjang dan rintihan manis nan lirih.
Itulah permulaan getaran-getaran yang memisahkan kekasih dari dunia ruang dan matra dan membawa mereka kepada ilham dan impian-impian.
Ia memadukan taman bunga berbentuk bintang-bintang dengan bunga buah delima, menyatukan dua aroma untuk melahirkan jiwa ketiga.
Jika pandangan pertama adalah seperti benih yang ditaburkan para dewa di ladang hati manusia, maka ciuman pertama mengungkapkan bunga pertama yang mekar pada ranting pohon cabang pertama kehidupan.
~ Khalil Gibran
Puisi Buat Kekasih
Kekasih,
aku gembira mengenalimu,
aku selesa mendampingimu,
aku ikhlas mencintaimu,
aku bahagia menyayangimu…
Kekasih,
terima kasih kerana
memberi peluang untuk mencintaimu,
terima kasih kerana
sering meluangkan masa disisiku,
terima kasih kerana
sentiasa membahagiakan aku,
terima kasih kerana
memberi kesempatan untuk kepadaku untuk menjadi kekasihmu…
Kekasih,
aku ingin kau tahu,
hanya kau yang kucinta,
Tiada yang lain hingga hembusan nafasku yang terakhir…
I LOVE YOU FOR EVER!!
Puisi Buat Bonda
Bonda,
Dalam hati pernah bercerita.
Berkata tentang kita.
Tentang susah senang hidup kita.
Tentang pahit getir perjalanan kita.
Bonda,
Jika dahulu aku buntu.
Jika dahulu aku runsing.
Dan jika dahulu aku buta.
Doa mu masih tak jemu menyusurku.
Bonda,
Biar merpati beralih arah.
Mendung timbul di celahan kaca.
Hujan turun di kutub utara.
Kau insan terindah figura dunia.
Warna memori.
Adakala terluka dan terhiris.
Tiada ku kecil dan tiada ku besar.
Dan bila sang hitam menjelma.
Wajah mu sering bermain di kotak mindaku.
Hingga terbawa di buai lena maya.
Bonda,
Katakan lah apa saja.
Lautan merah aku renangi.
Gunung tertinggi aku daki.
Si pelangi aku cari.
Setia ku tak kan pudar.
Walau datang ribut melanda.
Bonda,
Jika aku pergi dulu.
Jangan ditangisi semua itu.
Tidak ku sanggup melihat dirimu berduka lagi.
Akan ku kenang peristiwa semalam.
Mencintai mu adalah perkara teristimewa.
Buatku bonda.
Pantun Merdeka
MEREDAH SASA BUMI MELAKA,
AMALAN DAYANG PENGGERAK HIASAN
INDAH SENTOSA BUMI MERDEKA,
TINGGALAN MOYANG TUNGGAK WARISAN.
BERLAPIS CEMPAKA DI SISI KEKWA,
INDAH REDUP DIHIAS MELATI;
SEMANGAT MERDEKA KEKAL DI JIWA,
NESCAYA HIDUP LEBIH BERERTI.
RAWA DI TANJUNG KEMAS DIPAKU,
DI DADA JEJAWI BERSILANG HIASAN;
JIWA MEYANJUNG LAGU NEGARAKU,
TANDA PERTIWI DIJULANG WARISAN.
AWAN TENANG BERSERI HIASAN,
KEDIDI DI HUTAN RIUH BELAKA;
PAHLAWAN DIKENANG WATAN WARISAN,
MENJADI IKUTAN RAKYAT MERDEKA.
HALUS TERATUR JAMBANGAN CEMPAKA,
DI TEPI JEJAWI MOLEK KEDIDI;
TAKKAN LUNTUR SEMANGAT MERDEKA,
DIJULANG PERTIWI SENTOSA ABADI.
REMAJA KINI MENJULANG NUSA,
BAGAI CAHAYA MENYERI PANDANGAN;
MALAYSIA HARMONI AMAN SENTIASA,
DENGAN ADANYA PEMIMPIN SANJUNGAN.
CINDAI SI DESA SELASIH MEWAJAH,
GAMAT MELAKA BERTINGKAH KELICAP;
ANDAI NUSA MASIH DIJAJAH,
NIKMAT MERDEKA DAPATKAH DIKECAP?
Pantun Nasihat
Angin teluk menyisir pantai
Hanyut rumpai di bawah titi
Biarlah buruk kain dipakai
Asal pandai mengambil hati
Pergi mendaki Gunung Daik
Hendak menjerat kancil dan rusa
Bergotong-royong amalan yang baik
Elok diamalkan setiap masa
Air melurut ke tepian mandi
Kembang berseri bunga senduduk
Elok diturut resmi padi
Semakin berisi semakin tunduk
Daun sirih ulam Cik Da
Makan sekapur lalu mati
Walaupun banyak ilmu di dada
Biar merunduk resmi padi
Buah pelaga makan dikikir
Dibawa orang dari hulu
Sebarang kerja hendak difikir
Supaya jangan mendapat malu
Kemumu di tengah pekan
Dihembus angin jatuh ke bawah
Ilmu yang tidak diamalkan
Bagai pohon tidak berbuah
Tumbuh melata si pokok tebu
Pergi pasar membeli daging
Banyak harta tak ada ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Tulis surat di dalam gelap
Ayatnya banyak yang tidak kena
Jagalah diri jangan tersilap
Jikalau silap awak yang bencana
Hendak belayar ke Teluk Betong
Sambil mencuba labuhkan pukat
Bulat air kerana pembetung
Bulat manusia kerana muafakat
Pakai baju warna biru
Pergi ke sekolah pukul satu
Murid sentiasa hormatkan guru
Kerana guru pembekal ilmu
Lagu bernama serampang laut
Ditiup angin dari Selatan
Layar dikembang kemudi dipaut
Kalau tak laju binasa badan
Padi segemal kepuk di hulu
Sirih di hilir merekap junjungan
Kepalang duduk menuntut ilmu
Pasir sebutir jadikan intan.
Budak-budak berkejar-kejar
Rasa gembira bermain di sana
Kalau kita rajin belajar
Tentu kita akan berjaya
Jangan pergi mandi di lombong
Emak dan kakak sedang mencuci
Jangan suka bercakap bohong
Semua kawan akan membenci
Buah cempedak bentuknya bujur
Sangat disukai oleh semua
Jika kita bersikap jujur
Hidup kita dipandang mulia
Jikalau tuan mengangkat peti
Tolong masukkan segala barang
Jikalau anak-anak bersatu hati
Kerja yang susah menjadi senang
Asam kandis mari dihiris
Manis sekali rasa isinya
Dilihat manis dipandang manis
Lebih manis hati budinya
Kayu bakar dibuat arang
Arang dibakar memanaskan diri
Jangan mudah menyalahkan orang
Cermin muka lihat sendiri
Selasih tumbuh di tepi telaga
Selasih dimakan si anak kuda
Kasih ibu membaa ke syurga
Kasih saudara masa berada
Masuk hutan pakai sepatu
Takut kena gigitan pacat
Kalau kita selalu bersatu
Apa kerja mudah dibuat
Bandar baru Seberang Perai
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan tulang berkecai
Budi yang baik dikenang juga
Encik Dollah pergi ka Jambi
Pergi pagi kembali petang
Kalau Tuhan hendak membagi
Pintu berkancing rezeki datang
Orang haji dari Jeddah
Buah kurma berlambak-lambak
Pekerjaan guru bukanlah mudah
Bagai kerja menolak ombak
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah
Terang bulan di malam sepi
Cahya memancar kepangkal kelapa
Hidup di dunia buatlah bakti
Kepada ibu dan juga bapa
Kapal kecil jangan dibelok
Kalau dibelok patah tiangnya
Budak kecil jangan di peluk
Kalau dipeluk patah tulangnya
Asal kapas menjadi benang
Dari benang dibuat kain
Barang yang lepas jangan dikenang
Sudah menjadi hak orang lain
Tengahari pergi mengail
Dapat seekor ikan tenggiri
Jangan amalkan sikap bakhil
Akan merosak diri sendiri
Kapal Anjiman disangka hantu
Nampak dari Kuala Acheh
Rosak iman kerana nafsu
Rosak hati kerana kasih
Tingkap papan kayu bersegi
Sampan sakat di Pulau Angsa
Indah tampan kerana budi
Tinggi darjat kerana bahasa
Anak Siti anak yang manja
Suka berjalan di atas titi
Orang yang malas hendak bekerja
Pasti menyesal satu hari nanti
Bintang tujuh sinar berseri
Bulan purnama datang menerpa
Ajaran guru hendak ditaati
Mana yang dapat jangan dilupa
Parang tajam tidak berhulu
Buat menetak si pokok Ru
Bila belajar tekun selalu
Jangan ingkar nasihat guru
Hari malam gelap-gelita
Pasang lilin jalan ke taman
Sopan santun budaya kita
Jadi kebanggaan zaman berzaman
Pergi berburu sampai ke sempadan
Dapat Kancil badan berjalur
Biar carik baju di badan
Asalkan hati bersih dan jujur
Pulau Pandan jauh ke tengah
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan dikandung tanah
Budi yang baik di kenang juga
Ramai orang membeli jamu
Di bawah pokok cuaca redup
Bersungguh-sungguh mencari ilmu
Ilmu dicari penyuluh hidup
Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sucinya?
Apa guna beristeri cantik
Kalau tidak dengan budinya
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
Buah cempedak diluar pagar
Ambil galah tolong jolokkan
Saya budak baru belajar
Kalau salah tolong tunjukkan
Pisang emas dibawa belayar
Masak sebiji di atas peti
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibawa mati
Dalam semak ada duri
Ayam kuning buat sarang
Orang tamak selalu rugi
Macam anjing dengan bayang
Baik-baik mengirai padi
Takut mercik ke muka orang
Biar pandai menjaga diri
Takut nanti diejek orang
Ke hulu membuat pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Supaya jangan sesal kemudian
Mari kita tanam halia
Ambil sedikit buat juadah
Usia muda jangan disia
Nanti tua sesal tak sudah
Padi muda jangan dilurut
Kalau dilurut pecah batang
Hati muda jangan diturut
Kalau diturut salah datang
Cuaca gelap semakin redup
Masakan boleh kembali terang
Budi bahasa amalan hidup
Barulah kekal dihormati orang
Orang Daik memacu kuda
Kuda dipacu deras sekali
Buat baik berpada-pada
Buat jahat jangan sekali
Dayung perahu tuju haluan
Membawa rokok bersama rempah
Kalau ilmu tidak diamalkan
Ibarat pokok tidak berbuah
Kalau kita menebang jati
Biar serpih tumbangnya jangan
Kalau kita mencari ganti
Biar lebih kurang jangan
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah
Pantai Mersing kuala Johor
Pantainya bersih sangat mashyur
Pohonkan doa kita bersyukur
Negara kita aman dan makmur
Orang tua patut disegani
Boleh mendapat ajarnasihat
Ular yang bisa tidak begini
Bisa lagi lidah yang jahat
Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekalan dunia akhirat
Tuan Haji memakai jubah
Singgah sembahyang di tepi lorong
Kalau sudah kehendak Allah
Rezeki segenggam jadi sekarung
Patah gading serpih tanduk
Mari diletak di atas papan
Jika tahu ganja itu mabuk
Buat apakah ia dimakan
Anak rusa masuk ke taman
Puas sudah orang memburu
Kalau muda jadikan teman
Kalau tua jadikan guru
Berakit ke hulu dengan bergalah
Buluh pecah terbelahdua
Orang tua jangan dilangkah
Kelak biadap dituduhnya pula
Rusa betina berbelang kaki
Mati terkena jerat sembat
Orang yang muda kita sanjungi
Orang yang tua kita hormat
Sorong papan tarik papan
Buah keranji dalam perahu
Suruh makan awak makan
Suruh mengaji awak tak mahu
Adik ke kedai membeli halia
Emak memesan membeli laksa
Jadilah insan berhati mulia
Baik hati berbudi bahasa
Hanyut rumpai di bawah titi
Biarlah buruk kain dipakai
Asal pandai mengambil hati
Pergi mendaki Gunung Daik
Hendak menjerat kancil dan rusa
Bergotong-royong amalan yang baik
Elok diamalkan setiap masa
Air melurut ke tepian mandi
Kembang berseri bunga senduduk
Elok diturut resmi padi
Semakin berisi semakin tunduk
Daun sirih ulam Cik Da
Makan sekapur lalu mati
Walaupun banyak ilmu di dada
Biar merunduk resmi padi
Buah pelaga makan dikikir
Dibawa orang dari hulu
Sebarang kerja hendak difikir
Supaya jangan mendapat malu
Kemumu di tengah pekan
Dihembus angin jatuh ke bawah
Ilmu yang tidak diamalkan
Bagai pohon tidak berbuah
Tumbuh melata si pokok tebu
Pergi pasar membeli daging
Banyak harta tak ada ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Tulis surat di dalam gelap
Ayatnya banyak yang tidak kena
Jagalah diri jangan tersilap
Jikalau silap awak yang bencana
Hendak belayar ke Teluk Betong
Sambil mencuba labuhkan pukat
Bulat air kerana pembetung
Bulat manusia kerana muafakat
Pakai baju warna biru
Pergi ke sekolah pukul satu
Murid sentiasa hormatkan guru
Kerana guru pembekal ilmu
Lagu bernama serampang laut
Ditiup angin dari Selatan
Layar dikembang kemudi dipaut
Kalau tak laju binasa badan
Padi segemal kepuk di hulu
Sirih di hilir merekap junjungan
Kepalang duduk menuntut ilmu
Pasir sebutir jadikan intan.
Budak-budak berkejar-kejar
Rasa gembira bermain di sana
Kalau kita rajin belajar
Tentu kita akan berjaya
Jangan pergi mandi di lombong
Emak dan kakak sedang mencuci
Jangan suka bercakap bohong
Semua kawan akan membenci
Buah cempedak bentuknya bujur
Sangat disukai oleh semua
Jika kita bersikap jujur
Hidup kita dipandang mulia
Jikalau tuan mengangkat peti
Tolong masukkan segala barang
Jikalau anak-anak bersatu hati
Kerja yang susah menjadi senang
Asam kandis mari dihiris
Manis sekali rasa isinya
Dilihat manis dipandang manis
Lebih manis hati budinya
Kayu bakar dibuat arang
Arang dibakar memanaskan diri
Jangan mudah menyalahkan orang
Cermin muka lihat sendiri
Selasih tumbuh di tepi telaga
Selasih dimakan si anak kuda
Kasih ibu membaa ke syurga
Kasih saudara masa berada
Masuk hutan pakai sepatu
Takut kena gigitan pacat
Kalau kita selalu bersatu
Apa kerja mudah dibuat
Bandar baru Seberang Perai
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan tulang berkecai
Budi yang baik dikenang juga
Encik Dollah pergi ka Jambi
Pergi pagi kembali petang
Kalau Tuhan hendak membagi
Pintu berkancing rezeki datang
Orang haji dari Jeddah
Buah kurma berlambak-lambak
Pekerjaan guru bukanlah mudah
Bagai kerja menolak ombak
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah
Terang bulan di malam sepi
Cahya memancar kepangkal kelapa
Hidup di dunia buatlah bakti
Kepada ibu dan juga bapa
Kapal kecil jangan dibelok
Kalau dibelok patah tiangnya
Budak kecil jangan di peluk
Kalau dipeluk patah tulangnya
Asal kapas menjadi benang
Dari benang dibuat kain
Barang yang lepas jangan dikenang
Sudah menjadi hak orang lain
Tengahari pergi mengail
Dapat seekor ikan tenggiri
Jangan amalkan sikap bakhil
Akan merosak diri sendiri
Kapal Anjiman disangka hantu
Nampak dari Kuala Acheh
Rosak iman kerana nafsu
Rosak hati kerana kasih
Tingkap papan kayu bersegi
Sampan sakat di Pulau Angsa
Indah tampan kerana budi
Tinggi darjat kerana bahasa
Anak Siti anak yang manja
Suka berjalan di atas titi
Orang yang malas hendak bekerja
Pasti menyesal satu hari nanti
Bintang tujuh sinar berseri
Bulan purnama datang menerpa
Ajaran guru hendak ditaati
Mana yang dapat jangan dilupa
Parang tajam tidak berhulu
Buat menetak si pokok Ru
Bila belajar tekun selalu
Jangan ingkar nasihat guru
Hari malam gelap-gelita
Pasang lilin jalan ke taman
Sopan santun budaya kita
Jadi kebanggaan zaman berzaman
Pergi berburu sampai ke sempadan
Dapat Kancil badan berjalur
Biar carik baju di badan
Asalkan hati bersih dan jujur
Pulau Pandan jauh ke tengah
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan dikandung tanah
Budi yang baik di kenang juga
Ramai orang membeli jamu
Di bawah pokok cuaca redup
Bersungguh-sungguh mencari ilmu
Ilmu dicari penyuluh hidup
Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sucinya?
Apa guna beristeri cantik
Kalau tidak dengan budinya
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
Buah cempedak diluar pagar
Ambil galah tolong jolokkan
Saya budak baru belajar
Kalau salah tolong tunjukkan
Pisang emas dibawa belayar
Masak sebiji di atas peti
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibawa mati
Dalam semak ada duri
Ayam kuning buat sarang
Orang tamak selalu rugi
Macam anjing dengan bayang
Baik-baik mengirai padi
Takut mercik ke muka orang
Biar pandai menjaga diri
Takut nanti diejek orang
Ke hulu membuat pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Supaya jangan sesal kemudian
Mari kita tanam halia
Ambil sedikit buat juadah
Usia muda jangan disia
Nanti tua sesal tak sudah
Padi muda jangan dilurut
Kalau dilurut pecah batang
Hati muda jangan diturut
Kalau diturut salah datang
Cuaca gelap semakin redup
Masakan boleh kembali terang
Budi bahasa amalan hidup
Barulah kekal dihormati orang
Orang Daik memacu kuda
Kuda dipacu deras sekali
Buat baik berpada-pada
Buat jahat jangan sekali
Dayung perahu tuju haluan
Membawa rokok bersama rempah
Kalau ilmu tidak diamalkan
Ibarat pokok tidak berbuah
Kalau kita menebang jati
Biar serpih tumbangnya jangan
Kalau kita mencari ganti
Biar lebih kurang jangan
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah
Pantai Mersing kuala Johor
Pantainya bersih sangat mashyur
Pohonkan doa kita bersyukur
Negara kita aman dan makmur
Orang tua patut disegani
Boleh mendapat ajarnasihat
Ular yang bisa tidak begini
Bisa lagi lidah yang jahat
Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekalan dunia akhirat
Tuan Haji memakai jubah
Singgah sembahyang di tepi lorong
Kalau sudah kehendak Allah
Rezeki segenggam jadi sekarung
Patah gading serpih tanduk
Mari diletak di atas papan
Jika tahu ganja itu mabuk
Buat apakah ia dimakan
Anak rusa masuk ke taman
Puas sudah orang memburu
Kalau muda jadikan teman
Kalau tua jadikan guru
Berakit ke hulu dengan bergalah
Buluh pecah terbelahdua
Orang tua jangan dilangkah
Kelak biadap dituduhnya pula
Rusa betina berbelang kaki
Mati terkena jerat sembat
Orang yang muda kita sanjungi
Orang yang tua kita hormat
Sorong papan tarik papan
Buah keranji dalam perahu
Suruh makan awak makan
Suruh mengaji awak tak mahu
Adik ke kedai membeli halia
Emak memesan membeli laksa
Jadilah insan berhati mulia
Baik hati berbudi bahasa
Pantun Perpisahan
Tuai padi antara masak
Esok jangan layu-layuan
Intai kami antara nampak
Esok jangan rindu-rinduan
Kalau ada sumur di ladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi
Hari ini menanam jagung
Hari esok menanam serai
Hari ini kita berkampung
Hari esok kita bersurai
Malam ini menanam jagung
Malam esok menanam serai
Malam ini kita berkampung
Malam esok kita bercerai
Hari ini menugal jagung
Hari esok menugal jelai
Hari ini kita berkampung
Hari esok kita bercerai
Batang selasih permainan budak
Berdaun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga
Orang Aceh sedang sembahyang
Hari Jumaat tengah hari
Pergilah kasih pergilah sayang
Pandai-pandailah menjaga diri
Mana Manggung, mana Periaman
Mana batu kiliran taji
Tinggal kampung tinggal halaman
Tinggal tepian tempat mandi
Bintang Barat terbit petang
Bintang Timur terbit pagi
Jika tidak melarat panjang
Ada umur ketemu lagi
Dari mana hendak ke mana
Tinggi ruput dari padi
Tahun mana bulan mana
Dapat kita berjumpa lagi?
Dian tiga lilin pun tiga
Tanglung tergantung rumah laksamana
Diam juga sabar pun juga
Ada umur tidak ke mana
Tuan puteri pergi ke Rasah
Pulang semula sebelah pagi
Kita bertemu akhirnya berpisah
Diizin Tuhan bersua lagi
Esok jangan layu-layuan
Intai kami antara nampak
Esok jangan rindu-rinduan
Kalau ada sumur di ladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi
Hari ini menanam jagung
Hari esok menanam serai
Hari ini kita berkampung
Hari esok kita bersurai
Malam ini menanam jagung
Malam esok menanam serai
Malam ini kita berkampung
Malam esok kita bercerai
Hari ini menugal jagung
Hari esok menugal jelai
Hari ini kita berkampung
Hari esok kita bercerai
Batang selasih permainan budak
Berdaun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga
Orang Aceh sedang sembahyang
Hari Jumaat tengah hari
Pergilah kasih pergilah sayang
Pandai-pandailah menjaga diri
Mana Manggung, mana Periaman
Mana batu kiliran taji
Tinggal kampung tinggal halaman
Tinggal tepian tempat mandi
Bintang Barat terbit petang
Bintang Timur terbit pagi
Jika tidak melarat panjang
Ada umur ketemu lagi
Dari mana hendak ke mana
Tinggi ruput dari padi
Tahun mana bulan mana
Dapat kita berjumpa lagi?
Dian tiga lilin pun tiga
Tanglung tergantung rumah laksamana
Diam juga sabar pun juga
Ada umur tidak ke mana
Tuan puteri pergi ke Rasah
Pulang semula sebelah pagi
Kita bertemu akhirnya berpisah
Diizin Tuhan bersua lagi
Pantun Teka-Teki
Kalau Tuan pergi ke kedai
Belikan saya buah keranji
Kalau tuan bijak pandai
Apa binatang keris di kaki?
Ada sebiji roda pedati
Bentuknya bulat daripada besi
Bila bermain diikat sekuat hati
Dilempar hidup dipegang mati?
Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai?
Burung nuri burung dara
Terbang ke sisi taman kayangan
Cubalah teka wahai saudara
Semakin diisi makin ringan?
Bunga orkid indah warnanya
Penyeri taman dan juga hutan
Ramai orang datang bertanya
Bintang apa hidup di lautan?
Pak Pung Pak Mustafa
Encik Dollah dirumahnya
Ada tepung ada kelapa
Gula Melaka jadi intinya
Kelip-kelip kusangka api
Kalau api mana asapnya?
Hilang ghaib disangkakan mati
Kalau mati mana kuburnya?
Budak-budak bermain batu
Batu dikira satu persatu
Badannya lurus bermata satu
Ekornya tajam apakah itu?
Jika tuan membeli tikar
Tikar anyaman dari mengkuang
Kalau Tuan bijak pintar
Ular apa membelit pinggang?
Masak tumis sambal petai
Makan kenyang sambil sendawa
Anda menziarah sahabat handai
Buah apakah yang akan dibawa?
Pokoknya bulat dan juga rendang
Masam dan hijau ketika muda
Buahnya berbentuk seperti bintang
Sudah masak, kuninglah ia
Belayar perahu dari Bentan
Menyusur tepi Selat Melaka
Lebar kepala dari badan
Apakah ikan cubalah teka?
Mak Minah menanak minyak
Kemenyan dibakar dengan setanggi
Dua peha beranak banyak
Untuk mendaki tempat yang tinggi?
Orang bekerja diberikan upah
Hidangan disaji dalam talam
Gajah putih ditengah rumah
Layar terkembang di waktu malam?
Gigi berduri tatah bersigai
Pembelah kayu ia berguna
Jika tuan orang yang pandai
Benda apakah makannya dua cara?
Jika ke kedai pergi berbelanja
Belikan saya sudu dan senduk
Jika pandai katakan ia
Semakin berisi semakin menunduk?
Kalau tuan pakai lencana
Pakailah songkok di atas kepala
Kalau Tuan bijak laksana
Binatang apakah tiada kepala?
Pisau lipat dimainnya kera
Tangannya luka lalu terjun
Makan kuat tidak terkira
Kenyangnya tidak tahi bertimbun?
Minah ketawa terjerit-jerit
Melihat koyak pada seluar
Orang putih duduk sederet
Pagar didalam tebing diluar?
Tuan puteri belajar menari
Tari diajar oleh Pak Harun
Kalau Tuan bijak bestari
Apa yang naik tak pernah turun?
Jawapan semua teka-teki di atas, sila lihat di bawah sekali.
——————————-
Teka-Teki dan Jawapan
Soalan:
Ulat daun tidur berembun
Di pohon kelapa setiap masa
Banyak daun perkara daun
Daun apakah dahan tiada?
Jawapan:
Banyak orang pergi ke dusun
Dusun kaya dengan buah-buahan
Banyak daun perkara daun
Daun terup tidak berdahan
—————————
Soalan:
Ada satu teka-teki
Pada tuan saya bilang bagi
Kalau tuan bijak sekali
Apa binatang tiada kaki?
Jawapan:
Jangan fikir aku budak-budak
Aku tahu kamu punya cabar
Di tengah padang terlengkak-lengkak
Yang tiada kaki binatang ular
———————————
Soalan:
Cendawan bulat ditepi paya
Bawa orang dari hulu
Banyak hairan di hati saya
Kecil dia segan,besar dia tak malu?
Jawapan:
Bawa orang dari hulu
Cendawan bulat tepi paya
Kecil segan, besar tak malu
Itulah nama kuntum bunga.
———————————-
Senarai Jawapan
Jawapan 1 : Ayam
Jawapan 2: Gasing
Jawapan 3: Buah Melaka
Jawapan 4 : Belon
Jawapan 5 : Tapak Sulaiman
Jawapan 6 : Buah Melaka
Jawapan 7 : Kilat
Jawapan 8: Jarum
Jawapan 9: Tali Pinggang
Jawapan 10: Buah Tangan
Jawapan 11: Belimbing
Jawapan 12: Ikan Pari
Jawapan 13: Tangga
Jawapan 14; Kelambu
Jawapan 15: Gergaji
Jawapan 16: Padi
Jawapan 17: Ketam
Jawapan 18: Api
Jawapan 19: Gigi
Jawapan 20: Umur
Belikan saya buah keranji
Kalau tuan bijak pandai
Apa binatang keris di kaki?
Ada sebiji roda pedati
Bentuknya bulat daripada besi
Bila bermain diikat sekuat hati
Dilempar hidup dipegang mati?
Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai?
Burung nuri burung dara
Terbang ke sisi taman kayangan
Cubalah teka wahai saudara
Semakin diisi makin ringan?
Bunga orkid indah warnanya
Penyeri taman dan juga hutan
Ramai orang datang bertanya
Bintang apa hidup di lautan?
Pak Pung Pak Mustafa
Encik Dollah dirumahnya
Ada tepung ada kelapa
Gula Melaka jadi intinya
Kelip-kelip kusangka api
Kalau api mana asapnya?
Hilang ghaib disangkakan mati
Kalau mati mana kuburnya?
Budak-budak bermain batu
Batu dikira satu persatu
Badannya lurus bermata satu
Ekornya tajam apakah itu?
Jika tuan membeli tikar
Tikar anyaman dari mengkuang
Kalau Tuan bijak pintar
Ular apa membelit pinggang?
Masak tumis sambal petai
Makan kenyang sambil sendawa
Anda menziarah sahabat handai
Buah apakah yang akan dibawa?
Pokoknya bulat dan juga rendang
Masam dan hijau ketika muda
Buahnya berbentuk seperti bintang
Sudah masak, kuninglah ia
Belayar perahu dari Bentan
Menyusur tepi Selat Melaka
Lebar kepala dari badan
Apakah ikan cubalah teka?
Mak Minah menanak minyak
Kemenyan dibakar dengan setanggi
Dua peha beranak banyak
Untuk mendaki tempat yang tinggi?
Orang bekerja diberikan upah
Hidangan disaji dalam talam
Gajah putih ditengah rumah
Layar terkembang di waktu malam?
Gigi berduri tatah bersigai
Pembelah kayu ia berguna
Jika tuan orang yang pandai
Benda apakah makannya dua cara?
Jika ke kedai pergi berbelanja
Belikan saya sudu dan senduk
Jika pandai katakan ia
Semakin berisi semakin menunduk?
Kalau tuan pakai lencana
Pakailah songkok di atas kepala
Kalau Tuan bijak laksana
Binatang apakah tiada kepala?
Pisau lipat dimainnya kera
Tangannya luka lalu terjun
Makan kuat tidak terkira
Kenyangnya tidak tahi bertimbun?
Minah ketawa terjerit-jerit
Melihat koyak pada seluar
Orang putih duduk sederet
Pagar didalam tebing diluar?
Tuan puteri belajar menari
Tari diajar oleh Pak Harun
Kalau Tuan bijak bestari
Apa yang naik tak pernah turun?
Jawapan semua teka-teki di atas, sila lihat di bawah sekali.
——————————-
Teka-Teki dan Jawapan
Soalan:
Ulat daun tidur berembun
Di pohon kelapa setiap masa
Banyak daun perkara daun
Daun apakah dahan tiada?
Jawapan:
Banyak orang pergi ke dusun
Dusun kaya dengan buah-buahan
Banyak daun perkara daun
Daun terup tidak berdahan
—————————
Soalan:
Ada satu teka-teki
Pada tuan saya bilang bagi
Kalau tuan bijak sekali
Apa binatang tiada kaki?
Jawapan:
Jangan fikir aku budak-budak
Aku tahu kamu punya cabar
Di tengah padang terlengkak-lengkak
Yang tiada kaki binatang ular
———————————
Soalan:
Cendawan bulat ditepi paya
Bawa orang dari hulu
Banyak hairan di hati saya
Kecil dia segan,besar dia tak malu?
Jawapan:
Bawa orang dari hulu
Cendawan bulat tepi paya
Kecil segan, besar tak malu
Itulah nama kuntum bunga.
———————————-
Senarai Jawapan
Jawapan 1 : Ayam
Jawapan 2: Gasing
Jawapan 3: Buah Melaka
Jawapan 4 : Belon
Jawapan 5 : Tapak Sulaiman
Jawapan 6 : Buah Melaka
Jawapan 7 : Kilat
Jawapan 8: Jarum
Jawapan 9: Tali Pinggang
Jawapan 10: Buah Tangan
Jawapan 11: Belimbing
Jawapan 12: Ikan Pari
Jawapan 13: Tangga
Jawapan 14; Kelambu
Jawapan 15: Gergaji
Jawapan 16: Padi
Jawapan 17: Ketam
Jawapan 18: Api
Jawapan 19: Gigi
Jawapan 20: Umur
Lawak Jenaka
Lebuhraya kota bersegi
Tempat temasya dara teruna
Hodohnya ketawa orang tak bergigi
Ibarat kota tiada kubunya
Api terang banyak kelkatu
Masuk ke kamar bersesak-sesak
Alangkah geli rasa hatiku
Melihat nenek bergincu berbedak
Ditiup angin bunga semalu
Kuncup daun bila berlaga
Bercakap Melayu kononnya malu
Belacan setongkol dibedal juga
Orang Rengat menanam betik
Betik disiram air berlinang
Hilang semangat penghulu itik
Melihat ayam lumba berenang
Tanam jerangau di bukit tinggi
Mati dipijak anak badak
Melihat sang bangau sakit gigi
Gelak terbahak penghulu katak
Singapura dilanggar todak
Kapal karam di Tanjung Peringin
Orang tua beristerikan budak
Macam beruk mendapat cermin
Bapa gergasi menebar jala
Pegang tali melintuk-liuk
Masakan pengerusi tak garu kepala
Melihat ahli semua mengantuk
Gemuruh tabuh bukan kepalang
Diasah lembing berkilat-kilat
Gementar tubuh harimau belang
Nampak kambing pandai bersilat
Buah salak di rumah Tok Imam
Sirih sekapur pergi menjala
Anjing menyalak harimau demam
Kucing di dapur pening kepala
Anak cina menggali cacing
Mari diisi dalam tempurung
Penjual sendiri tak kenal dacing
Alamat dagangan habis diborong
Biduk buluh bermuat tulang
Anak Siam pulang berbaris
Duduk mengeluh panglima helang
Melihat ayam bercengkang keris
Buah jering dari Jawa
Naik sigai ke atas atap
Ikan kering lagi ketawa
Dengar tupai baca kitab
Pohon manggis di tepi rawa
Tempat datuk tidur beradu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat datuk bermain gundu
Ceduk air di dalam perigi
Timbanya bertangkaikan suasa
Jikalau kucing tak bergigi
Alamat tikus berjoget berdansa
Anak dara Datuk Tinggi
Buat gulai ikan tilan
Datuk tua tak ada gigi
Bila makan kunyah telan
Berderak-derak sangkutan dacing
Bagaikan putus diimpit lumpang
Bergerak-gerak kumis kucing
Melihat tikus bawa senapang
Pokok pinang patanya condong
Dipukul ribut berhari-hari
Kucing berenang tikus berdayung
Ikan di laut berdiam diri
Tanam pinang di atas kubur
Tanam bayam jauh ke tepi
Walaupun musang sedang tidur
Mengira ayam di dalam mimpi
Anak bakau di rumpun salak
Patah taruknya ditimpa genta
Riuh kerbau tergelak-gelak
Melihat beruk berkaca mata
Orang menganyam sambil duduk
Kalau sudah bawa ke balai
Melihat ayam memakai tanduk
Datang musang meminta damai
Hilir lorong mudik lorong
Bertongkat batang temberau
Bukan saya berkata bohong
Katak memikul paha kerbau
Di kedai Yahya berjual surat
Di kedai kami berjual sisir
Sang buaya melompat ke darat
Melihat kambing terjun ke air
Jikalau lengang dalam negeri
Marilah kita pergi ke kota
Hairan tercengang kucing berdiri
Melihat tikus naik kereta
Senangis letak di timbangan
Pemulut kumbang pagi-pagi
Menangis katak di kubangan
Melihat belut terbang tinggi
Anak Hindu beli petola
Beli pangkur dua-dua
Mendengar kucing berbiola
Duduk termenung tikus tua
Punggur berdaun di atas kota
Jarak sejengkal dua jari
Musang rabun, helang pun buta
Baru ayam suka hati
Ketika perang dinegeri Jerman
Ramai askarnya mati mengamuk
Rangup gunung dikunyah kuman
Lautan kering dihirup nyamuk
Jual betik dengan kandil
Kandil buatan orang Inggeris
Melihat buaya menyandang bedil
Lembu dan kerbau tegak berbaris
Jemur bijan dengan kulitnya
Jemur di atas pohon lembayung
Hari hujan sangat lebatnya
Lamun Si Pandir mengepit payung
Elok rupa pohon belimbing
Tumbuh dekat limau lungga
Elok berbini orang sumbing
Walau marah ketawa juga
Rumah besar berdinding tidak
Beratapkan daun palas
Badan besar beristeri tidak
Itu tandanya orang pemalas
Adik nama Comat
Suka beri salam
Budak ketawa kuat
Suka kecing malam
Dari Ambun hendak ke Perak
Singgah di Jeram Mengkuang
Si Awang Kenit mencuri kerak
Hidung berbelang terpalit arang
Biduk lalu kiambang bertaut
Nakhoda Kasap duduk termenung
Gila latah ikan di laut
Melihat umpan di kaki gunung
Pakai seluar labuh ke bawah
Ikut permatang jalan melenggang
Nampak zahir memang mewah
Tapi hutang keliling pinggang
Orang Sibu menunggang kuda
Kuda ditunggang patah pinggang
Masih mahu mengaku muda
Padahal cucu keliling pinggang
Tahankan jerat gunakan tali
Pacak kuat biar melekap
Kalau bini suka membeli
Hutang berbaris suami ke lokap
Tuan puteri memasang panjut
Dayang tolong menghalau lalat
Kucing tidur bangkit terkejut
Melihat tikus pandai bersilat
Tempat temasya dara teruna
Hodohnya ketawa orang tak bergigi
Ibarat kota tiada kubunya
Api terang banyak kelkatu
Masuk ke kamar bersesak-sesak
Alangkah geli rasa hatiku
Melihat nenek bergincu berbedak
Ditiup angin bunga semalu
Kuncup daun bila berlaga
Bercakap Melayu kononnya malu
Belacan setongkol dibedal juga
Orang Rengat menanam betik
Betik disiram air berlinang
Hilang semangat penghulu itik
Melihat ayam lumba berenang
Tanam jerangau di bukit tinggi
Mati dipijak anak badak
Melihat sang bangau sakit gigi
Gelak terbahak penghulu katak
Singapura dilanggar todak
Kapal karam di Tanjung Peringin
Orang tua beristerikan budak
Macam beruk mendapat cermin
Bapa gergasi menebar jala
Pegang tali melintuk-liuk
Masakan pengerusi tak garu kepala
Melihat ahli semua mengantuk
Gemuruh tabuh bukan kepalang
Diasah lembing berkilat-kilat
Gementar tubuh harimau belang
Nampak kambing pandai bersilat
Buah salak di rumah Tok Imam
Sirih sekapur pergi menjala
Anjing menyalak harimau demam
Kucing di dapur pening kepala
Anak cina menggali cacing
Mari diisi dalam tempurung
Penjual sendiri tak kenal dacing
Alamat dagangan habis diborong
Biduk buluh bermuat tulang
Anak Siam pulang berbaris
Duduk mengeluh panglima helang
Melihat ayam bercengkang keris
Buah jering dari Jawa
Naik sigai ke atas atap
Ikan kering lagi ketawa
Dengar tupai baca kitab
Pohon manggis di tepi rawa
Tempat datuk tidur beradu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat datuk bermain gundu
Ceduk air di dalam perigi
Timbanya bertangkaikan suasa
Jikalau kucing tak bergigi
Alamat tikus berjoget berdansa
Anak dara Datuk Tinggi
Buat gulai ikan tilan
Datuk tua tak ada gigi
Bila makan kunyah telan
Berderak-derak sangkutan dacing
Bagaikan putus diimpit lumpang
Bergerak-gerak kumis kucing
Melihat tikus bawa senapang
Pokok pinang patanya condong
Dipukul ribut berhari-hari
Kucing berenang tikus berdayung
Ikan di laut berdiam diri
Tanam pinang di atas kubur
Tanam bayam jauh ke tepi
Walaupun musang sedang tidur
Mengira ayam di dalam mimpi
Anak bakau di rumpun salak
Patah taruknya ditimpa genta
Riuh kerbau tergelak-gelak
Melihat beruk berkaca mata
Orang menganyam sambil duduk
Kalau sudah bawa ke balai
Melihat ayam memakai tanduk
Datang musang meminta damai
Hilir lorong mudik lorong
Bertongkat batang temberau
Bukan saya berkata bohong
Katak memikul paha kerbau
Di kedai Yahya berjual surat
Di kedai kami berjual sisir
Sang buaya melompat ke darat
Melihat kambing terjun ke air
Jikalau lengang dalam negeri
Marilah kita pergi ke kota
Hairan tercengang kucing berdiri
Melihat tikus naik kereta
Senangis letak di timbangan
Pemulut kumbang pagi-pagi
Menangis katak di kubangan
Melihat belut terbang tinggi
Anak Hindu beli petola
Beli pangkur dua-dua
Mendengar kucing berbiola
Duduk termenung tikus tua
Punggur berdaun di atas kota
Jarak sejengkal dua jari
Musang rabun, helang pun buta
Baru ayam suka hati
Ketika perang dinegeri Jerman
Ramai askarnya mati mengamuk
Rangup gunung dikunyah kuman
Lautan kering dihirup nyamuk
Jual betik dengan kandil
Kandil buatan orang Inggeris
Melihat buaya menyandang bedil
Lembu dan kerbau tegak berbaris
Jemur bijan dengan kulitnya
Jemur di atas pohon lembayung
Hari hujan sangat lebatnya
Lamun Si Pandir mengepit payung
Elok rupa pohon belimbing
Tumbuh dekat limau lungga
Elok berbini orang sumbing
Walau marah ketawa juga
Rumah besar berdinding tidak
Beratapkan daun palas
Badan besar beristeri tidak
Itu tandanya orang pemalas
Adik nama Comat
Suka beri salam
Budak ketawa kuat
Suka kecing malam
Dari Ambun hendak ke Perak
Singgah di Jeram Mengkuang
Si Awang Kenit mencuri kerak
Hidung berbelang terpalit arang
Biduk lalu kiambang bertaut
Nakhoda Kasap duduk termenung
Gila latah ikan di laut
Melihat umpan di kaki gunung
Pakai seluar labuh ke bawah
Ikut permatang jalan melenggang
Nampak zahir memang mewah
Tapi hutang keliling pinggang
Orang Sibu menunggang kuda
Kuda ditunggang patah pinggang
Masih mahu mengaku muda
Padahal cucu keliling pinggang
Tahankan jerat gunakan tali
Pacak kuat biar melekap
Kalau bini suka membeli
Hutang berbaris suami ke lokap
Tuan puteri memasang panjut
Dayang tolong menghalau lalat
Kucing tidur bangkit terkejut
Melihat tikus pandai bersilat
Sajak Tiada Lagi Cinta
Sebuah persuratan cinta
yang terbina sekian lama
dahulunya cuma retak segaris
bagai urat pada daunnya
kini.. waktu sudah berjaya
menutup rasa
menipi jiwa
membiarkan retak menjadi rekah
Sebuah gambaran cinta awal
aku diperlukan ibarat
memberi air nyawa
yang bisa mandirikan mereka
dengan kasih yang bersih
Sebuah pengorbanan
tidak pernah kulakarkan untuk tuntutan
aku sebenarnya sudah siaga berdiri
bersedia menerima apa sahaja
yang termaktub
aku bukan menidakkan hakikat
cuma aku tahu
pangkal dan hujung sebuah erti percintaan
Apa yang aku kesalkan
kenapa pengakhiran sebuah
episod cinta
selalunya berakhir dengan
kecurangan…
apakah kita perlu meneliti pengertiannya
walaupun aku sudah biasa
menempuh makna itu
dengan mata dan jasad
sebenar.
yang terbina sekian lama
dahulunya cuma retak segaris
bagai urat pada daunnya
kini.. waktu sudah berjaya
menutup rasa
menipi jiwa
membiarkan retak menjadi rekah
Sebuah gambaran cinta awal
aku diperlukan ibarat
memberi air nyawa
yang bisa mandirikan mereka
dengan kasih yang bersih
Sebuah pengorbanan
tidak pernah kulakarkan untuk tuntutan
aku sebenarnya sudah siaga berdiri
bersedia menerima apa sahaja
yang termaktub
aku bukan menidakkan hakikat
cuma aku tahu
pangkal dan hujung sebuah erti percintaan
Apa yang aku kesalkan
kenapa pengakhiran sebuah
episod cinta
selalunya berakhir dengan
kecurangan…
apakah kita perlu meneliti pengertiannya
walaupun aku sudah biasa
menempuh makna itu
dengan mata dan jasad
sebenar.
“CINTA”
“Satu kata Berjuta Makna..
“Yank bisa membuat manusia menjadi GILA…
“Kadank Menangis,Kadank juga Tertawa..
“Suntuk tanpa Musuh..
“Senyum Tanpa Teman…
“Marah Tanpa CeLa..
“Benci tanpa Arti..
“Gelisah Tanpa Masalah…
“Berfikir Tanpa akhir…
“Sedih Tanpa Bahagia..
“Benci tapi Rindu..
“Marah tapi Cayank..
“Tertawa dalam Tangis..
“Menagis karana SUka..
“Inilah Penyakit “HATI…
“Tapi disukai oleh umat Manusia…
yg SLalu dicari hingga k ujung Dunia…
“Tiada prna jera ……
“Walau DERA,…LUKA…& SIKSA SLALU DATANG
MENJELMA.””””””””
“Yank bisa membuat manusia menjadi GILA…
“Kadank Menangis,Kadank juga Tertawa..
“Suntuk tanpa Musuh..
“Senyum Tanpa Teman…
“Marah Tanpa CeLa..
“Benci tanpa Arti..
“Gelisah Tanpa Masalah…
“Berfikir Tanpa akhir…
“Sedih Tanpa Bahagia..
“Benci tapi Rindu..
“Marah tapi Cayank..
“Tertawa dalam Tangis..
“Menagis karana SUka..
“Inilah Penyakit “HATI…
“Tapi disukai oleh umat Manusia…
yg SLalu dicari hingga k ujung Dunia…
“Tiada prna jera ……
“Walau DERA,…LUKA…& SIKSA SLALU DATANG
MENJELMA.””””””””
:D
I'm so happy, because...
I have someone to talk to
When no one else will
Someone to cry with
Who knows just how I feel
Someone to tell my secrets
How dark and deep they go
Someone to laugh all day with
For reasons we don't know
I thank the Lord each day
For bringing me someone like you
I just want you to know
You mean more than you think you do
And always remember
What I say is true
I always have and always will
Have my love for you
I have someone to talk to
When no one else will
Someone to cry with
Who knows just how I feel
Someone to tell my secrets
How dark and deep they go
Someone to laugh all day with
For reasons we don't know
I thank the Lord each day
For bringing me someone like you
I just want you to know
You mean more than you think you do
And always remember
What I say is true
I always have and always will
Have my love for you
On The Wings of A Butterfly
Your friendship is special
Like the flowers that bloom,
Or when a butterfly emerges
From within its cocoon...
You remind me of that butterfly,
Loving and free,
Bright and colorful,
For the world to see...
We will share sunshine and rainbows;
Sometimes, the rain and the snow;
We'll stand together through it,
While the cold winds blow...
When the time is right,
We won't stop to ask "Why?"
Our friendship will take flight
On the wings of a butterfly ...
__________________
Like the flowers that bloom,
Or when a butterfly emerges
From within its cocoon...
You remind me of that butterfly,
Loving and free,
Bright and colorful,
For the world to see...
We will share sunshine and rainbows;
Sometimes, the rain and the snow;
We'll stand together through it,
While the cold winds blow...
When the time is right,
We won't stop to ask "Why?"
Our friendship will take flight
On the wings of a butterfly ...
__________________
Company
You're...
My Friend, my companion,
through good times and bad
my friend, my buddy,
through happy and sad,
beside me you stand,
beside me you walk,
you're there to listen,
you're there to talk,
with happiness, with smiles,
with pain and tears,
I know you'll be there,
throughout the years!
My Friend, my companion,
through good times and bad
my friend, my buddy,
through happy and sad,
beside me you stand,
beside me you walk,
you're there to listen,
you're there to talk,
with happiness, with smiles,
with pain and tears,
I know you'll be there,
throughout the years!
Puisi Untuk Sahabat
kau hadirkan kisah indah dalam hidupku...tapi kau pergi meninggalakan serpihan serpihan keegoisan...kau biarkan aku terpuruk oleh ketidakberdayaanku....kau ajari aku bagaimana menghargai hidup, membuat hidup menjadi lebih indah namun dalam sekejap mata pula kau hantarkan aku dalam pelukan kenistaan yang tiada tara...kau ajarkan aku kelembutan hidup namun dalam sekejap kau ajarkan aku akan kekejaman hidup yang tiada tara..dan aku menyesali atas kenangan kita.kau bilang aku ini adalah sahabatmu...tapi kau memperlakukan aku seakan akan aku ini adalah musuh besarmu....kau tega memperlakukan aku semena2. kau yang dulu mengajari aku arti persahabatan kini kau telah mengajari aku arti kemunafikan...kau biarkan aku terpenjara oleh pertanyaan pertanyaan akan kerinduanku sikapmu yang ramah seperti dulu..mungkin aku sangat salah menilai keramahanmu yang dulu...mungkin aku terlalu berharap untuk menjadi sahabatmu seperti apa yang pernah kau ucapkan padak...aku bukanlah boneka yang bisa kau jadikan mainan sesukamu dan jika kau mulai bosan aku dilempar begitu aja...
Kemana Kesetiaanmu?
Dimana arti sebuah kesetiaanmu
Janjimu yang pernah kau ucap dulu
Sungguh ku tak menyangka
Kau hianati diriku
Aku adalah orang yang benar-benar menyayangimu
Mencintaimu dengan sepenuh hatiku
Setelah kau tinggalkan ku sendiri
Yang bisa kulakukan hanyalah meratapinya
Tapi kini kusadar
Kau tak pantas untuk kau cintai
Kau begitu mengecewakanku
Begitu menyakitiku
Kan ku hapus semua kenangan kita
Janjimu yang pernah kau ucap dulu
Sungguh ku tak menyangka
Kau hianati diriku
Aku adalah orang yang benar-benar menyayangimu
Mencintaimu dengan sepenuh hatiku
Setelah kau tinggalkan ku sendiri
Yang bisa kulakukan hanyalah meratapinya
Tapi kini kusadar
Kau tak pantas untuk kau cintai
Kau begitu mengecewakanku
Begitu menyakitiku
Kan ku hapus semua kenangan kita
Kasih Tak Sampai
Kita telah terbuai dalam indahnya syair cinta, merindu, mengelus hati, melagukan kasih sayang terindah,
Setiap yang kita lakukan, selalu menciptakan 1001 rasa, saling memiliki,
Keindahan rasa cinta, tidak lagi tabu- tidak lagi ragu, tak lagi membebani hati,
Semua indah seolah telah terwujud hubungan cinta – kasih sayang abadi,
Seandainya kesempatan itu benar-benar terwujud dalam satu ikatan cinta & kasih sayang,
Ternyata tak semudah kata-kata, tak seindah puisi, tak segampang angan-angan, harapan itu sirna, layaknya kertas kering terbakar api,
Menyatukan dalam suatu ikatan cinta, cinta abadi, cinta mati,
Biarlah angan ini terpancar dalam lubuk hati, bersinar menerangi jiwa, jiwa yang sepi,
Biarlah kasih dan sayang ini, bernyanyi – menyanyikan lagu rindu, rindu – haru,
Biarlah setiap bintang, menyinari bintang yang lain, memberikan sinar, berbagi cinta, memaknai masing-masing sinarnya,
Biarlah setiap hujan memberikan kehidupan, setiap nyawa yang dihinggapi simpati,
Biarlah matahari selalu menyinari, memberikan kehidupan, memberikan cintanya sampai cinta kita tak terbagi, abadi, semoga,
Aku hanya bisa berharap, dirimu dan diriku menyimpan rasa itu, rasa saling memiliki, meski tak lagi ada ikatan cinta, meski tak terlihat lagi berkas sinar kasih-sayang yang selalu menyinari,
Kita berharap ini tidak berakhir, namun hanya angan-angan semata – melumpuhkan semua,
Mungkin inilah jalan terbaik, ikhlaskan semua, semua telah berakhir, kenyataan ini pahit, kenyataan ini menyayat – melukai, mencerca setiap sisi hati,
Semua sudah terlambat, aku hanya bisa berharap, selalu mencintaimu, hingga akhir hayat…
Maafkan aku telah lancang menyayangimu, telah menjatuhkan dirimu dalam palung rinduku, menenggelamkan dirimu dalam cinta dan sayangku. Maafkan aku, Terima kasih cinta….
Setiap yang kita lakukan, selalu menciptakan 1001 rasa, saling memiliki,
Keindahan rasa cinta, tidak lagi tabu- tidak lagi ragu, tak lagi membebani hati,
Semua indah seolah telah terwujud hubungan cinta – kasih sayang abadi,
Seandainya kesempatan itu benar-benar terwujud dalam satu ikatan cinta & kasih sayang,
Ternyata tak semudah kata-kata, tak seindah puisi, tak segampang angan-angan, harapan itu sirna, layaknya kertas kering terbakar api,
Menyatukan dalam suatu ikatan cinta, cinta abadi, cinta mati,
Biarlah angan ini terpancar dalam lubuk hati, bersinar menerangi jiwa, jiwa yang sepi,
Biarlah kasih dan sayang ini, bernyanyi – menyanyikan lagu rindu, rindu – haru,
Biarlah setiap bintang, menyinari bintang yang lain, memberikan sinar, berbagi cinta, memaknai masing-masing sinarnya,
Biarlah setiap hujan memberikan kehidupan, setiap nyawa yang dihinggapi simpati,
Biarlah matahari selalu menyinari, memberikan kehidupan, memberikan cintanya sampai cinta kita tak terbagi, abadi, semoga,
Aku hanya bisa berharap, dirimu dan diriku menyimpan rasa itu, rasa saling memiliki, meski tak lagi ada ikatan cinta, meski tak terlihat lagi berkas sinar kasih-sayang yang selalu menyinari,
Kita berharap ini tidak berakhir, namun hanya angan-angan semata – melumpuhkan semua,
Mungkin inilah jalan terbaik, ikhlaskan semua, semua telah berakhir, kenyataan ini pahit, kenyataan ini menyayat – melukai, mencerca setiap sisi hati,
Semua sudah terlambat, aku hanya bisa berharap, selalu mencintaimu, hingga akhir hayat…
Maafkan aku telah lancang menyayangimu, telah menjatuhkan dirimu dalam palung rinduku, menenggelamkan dirimu dalam cinta dan sayangku. Maafkan aku, Terima kasih cinta….
Kenangan Terindah Kita
Aku yang tak pernah mengharap cinta yang lain
Berharap cinta yang terjalin akan kekal
Bersama kasih sayang yang ku punya
Hanya untuk kau yang ku cinta
Kau yang dulu menjadi bidadari hidupku
Yang slalu membuat ku bahagia
Meski banyak dilema dalam hatiku
Kini semuanya hanya kenangan
Meskipun pahit yang kurasakan saat ini
Tapi kau tetap yang terindah
Tetap bernaung kenangan saat bersama mu dalam benakku
Aku takut.....
Tidak pernah merasakan belai manja spertimu lagi
Yang mampu membuatku terbang
Merasakan setiap sentuhan yang membakar cinta dan asaku
Berharap cinta yang terjalin akan kekal
Bersama kasih sayang yang ku punya
Hanya untuk kau yang ku cinta
Kau yang dulu menjadi bidadari hidupku
Yang slalu membuat ku bahagia
Meski banyak dilema dalam hatiku
Kini semuanya hanya kenangan
Meskipun pahit yang kurasakan saat ini
Tapi kau tetap yang terindah
Tetap bernaung kenangan saat bersama mu dalam benakku
Aku takut.....
Tidak pernah merasakan belai manja spertimu lagi
Yang mampu membuatku terbang
Merasakan setiap sentuhan yang membakar cinta dan asaku
Bicara Cinta
Di hatiku ada cinta
Di hati mu bertunas cinta
Sudikah kau bercinta
Kita temukan dua jiwa
Kemari cantumkan dua hati menjadi satu .
Biar perasaan terus merindu
Sedang hati sudah berpadu
Biar mata ingin bersua
Walau jiwa sudah bersama
Biar telinga mahu mendengar
Kerana mulut selalu berkata .
Kita menulis membelai cinta
Membena rasa bahagia
Jauhi duka derita .
Sabar menunggu saat bersama ...
Di hati mu bertunas cinta
Sudikah kau bercinta
Kita temukan dua jiwa
Kemari cantumkan dua hati menjadi satu .
Biar perasaan terus merindu
Sedang hati sudah berpadu
Biar mata ingin bersua
Walau jiwa sudah bersama
Biar telinga mahu mendengar
Kerana mulut selalu berkata .
Kita menulis membelai cinta
Membena rasa bahagia
Jauhi duka derita .
Sabar menunggu saat bersama ...
Saturday, 12 March 2011
Bicara Se0rang Sahabat
Mata...
Pernahkah kau melemparkan pandangan sinis...
Hingga membuatkan hati sahabatku terasa??
Lidah...
Adakah kau tersalah bicara...
Hingga membuatkan haty sahabatku terluka??
Haty...
Betulkah kau berburuk sangka...
Hingga membuatkn haty sahabatku kecewa??
Tahukah kamu...
Bahawa diantara ramai sahabatku..
kamu yang paling istimewa??
Tidak pernah terlintas di fikiranku untuk...
Menyakitimu...
Apatah lagi melukakanmu...
Lantas
Mengapa kini kau mula berubh sikap...
Tidak bertegur-sapa dgnku...
Tidak mahu berbicara dgnku...
Tidak mempedulikan aku...
Mengapa wahai sahabat??
Tahukah hatyku merana dgn perbuatan kamu??
Hiba dgn sikapmu??
Janganlah kamu berdiam diri tanpa memprotesku..
Terangkan tentang kesalahanku...
M0ga aku tahu tentang kesilapanku..
Sahabat...
Andai kamu masih dgn sikapmu itu...
Aku redha...
Mungkin salahku besar buatmu...
Namun ketahuilah...
Aku m0h0n...
Agar pintu hatymu terbuka untuk memaafknku...
Dan kembali bergelak ketwa dgnku...
Seperti masa-masa dulu.
Pernahkah kau melemparkan pandangan sinis...
Hingga membuatkan hati sahabatku terasa??
Lidah...
Adakah kau tersalah bicara...
Hingga membuatkan haty sahabatku terluka??
Haty...
Betulkah kau berburuk sangka...
Hingga membuatkn haty sahabatku kecewa??
Tahukah kamu...
Bahawa diantara ramai sahabatku..
kamu yang paling istimewa??
Tidak pernah terlintas di fikiranku untuk...
Menyakitimu...
Apatah lagi melukakanmu...
Lantas
Mengapa kini kau mula berubh sikap...
Tidak bertegur-sapa dgnku...
Tidak mahu berbicara dgnku...
Tidak mempedulikan aku...
Mengapa wahai sahabat??
Tahukah hatyku merana dgn perbuatan kamu??
Hiba dgn sikapmu??
Janganlah kamu berdiam diri tanpa memprotesku..
Terangkan tentang kesalahanku...
M0ga aku tahu tentang kesilapanku..
Sahabat...
Andai kamu masih dgn sikapmu itu...
Aku redha...
Mungkin salahku besar buatmu...
Namun ketahuilah...
Aku m0h0n...
Agar pintu hatymu terbuka untuk memaafknku...
Dan kembali bergelak ketwa dgnku...
Seperti masa-masa dulu.
Sahabat..
Sahabat...
Pertemuan yang tidak terduga di waktu dahulu...
Meninggalkn kenangan manis untuk kita kenangi...
Hulurna tangamu kusambut penuh perasaan...
Hari-hari yang berlalu...
Membuatkn kita terleka dengan hubugan ini..
Tetapi...
Tanpa kita sedari...
Masa berlalu dengan cukup pantas..
Kita sama-sama dewasa...
Sama-sama mempunyai cita-cita...
Keakraban yang dahulunya kebangaan kita....
Kini pudar ditelan dek zaman...
Wahai teman yang paling kurindui...
Aku ingin skali bertemu denganmu....
Menyambung kembali keakraban kita...
Wahai teman yang ku kasihi....
Demi Tuhan...
Engkaulah satu-satunya...
Teman terbaik baagiku...
Meskipun waktu akan terhenti....
Tapi tidak bagi hubungan ini...
Teman...
Hanya satu yang aku harapkn...
Agar kita dipertemukan kembali...
Agar hubungan silrratulrahim kita cipta...
Tidk akn hilang...
Tidak akan pudar ditelan zaman...
Saket Haty
Ad0yai...aq x nk cri psl...
tapi kl0 da kne pkse nk wat cmner...
aq nk time ke x cbrn bintat 2...
nnt kl0 aq bjye...dye tabik aq...
tapi ble pkir2 blek....
ape gnenyer ??
Hid0ng aq sket...
tngn aq sket...
kaki aq sket...
Tapi yg pling sket adlh haty aq...
da bnyk kali haty aq da disakity...
x kesah kekasih...
kwan...ataupun keluarga...
Yelah...x de sesapew yg id0p dye peaceful ...
mesti ade dugaan dan c0baan dri Tuhan...
untuk melatih kita agr bersabar...
Kegembiraan x kn dtg tnpa temannya...
iaitu...
kecewa...
sedih...
mrah..
dan mcm2 g....
Aq da lame snad bersabar...
kdgn2 menangis...
Aq perlukan teman untuk berkongsi mslah...
tapi spew nk dgr??
Aq perlukn teman untuk fhm perasan aq...
tapi spew nk fhm??
Kwn2 aq kdgn2 x fhm sebenarnye isi haty aq nie...
aq s0r0k je kesedihan aq dri d0rang..
bab nnt kang d0rang mula la nk mempersenda aq...
0r rse menyampah...
Blew nk mnta simpaty...
d0rang akn menjauhkn dri d0rang...
dan mulalah nk ckp yg bukan2....
Aq bukan nk mengutuk ...
cma aq x de tmpt laen nk luahkn perasaan aq nie...
lme sngt aq pendam...
kang kl0 aq x luah...laen plak jdinyer...
Last,aq hrp drang phm perasaan aq...
dan aq hrp drang p0wn akn berubah...
:'(....
tapi kl0 da kne pkse nk wat cmner...
aq nk time ke x cbrn bintat 2...
nnt kl0 aq bjye...dye tabik aq...
tapi ble pkir2 blek....
ape gnenyer ??
Hid0ng aq sket...
tngn aq sket...
kaki aq sket...
Tapi yg pling sket adlh haty aq...
da bnyk kali haty aq da disakity...
x kesah kekasih...
kwan...ataupun keluarga...
Yelah...x de sesapew yg id0p dye peaceful ...
mesti ade dugaan dan c0baan dri Tuhan...
untuk melatih kita agr bersabar...
Kegembiraan x kn dtg tnpa temannya...
iaitu...
kecewa...
sedih...
mrah..
dan mcm2 g....
Aq da lame snad bersabar...
kdgn2 menangis...
Aq perlukan teman untuk berkongsi mslah...
tapi spew nk dgr??
Aq perlukn teman untuk fhm perasan aq...
tapi spew nk fhm??
Kwn2 aq kdgn2 x fhm sebenarnye isi haty aq nie...
aq s0r0k je kesedihan aq dri d0rang..
bab nnt kang d0rang mula la nk mempersenda aq...
0r rse menyampah...
Blew nk mnta simpaty...
d0rang akn menjauhkn dri d0rang...
dan mulalah nk ckp yg bukan2....
Aq bukan nk mengutuk ...
cma aq x de tmpt laen nk luahkn perasaan aq nie...
lme sngt aq pendam...
kang kl0 aq x luah...laen plak jdinyer...
Last,aq hrp drang phm perasaan aq...
dan aq hrp drang p0wn akn berubah...
:'(....
Tuesday, 8 March 2011
Monday, 7 March 2011
<div style="position: fixed; bottom: 0px; right: 2px;"><br /><embed pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" width="160" height="600" title="grab this widget @ widgetindex.blogspot" src="https://64950086948050205-a-1802744773732722657-s-sites.googlegroups.com/site/widgetindex13/love4.swf" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" quality="high"></embed></div>
Hqppy As Cqn Be!i!i
wqwqwqwqwq...
ckgu ckp PPDPD nqk dqtqng...
x p0wn...
pnqt je siapkn sume 0mwok2 yg x siqp...
wqqqhh..tqpi hqsilnyq berbql0i gax...hehehehe
qku epy snad ary nieh...(hary2 p0wn sme jer)...
Aku ie dqtqng sk0wla bqb nk tngk muke 'dye' je..hqhqhqhqhqhq
juz minqt...x lebih..
kqng 'D' cemburu...wqwqwqwqwq
Dqn qku ttp qkn berusqhq qgqr bl0g qku mqkin berkembqng
dqn bleh menqrik minqt rmqi untuk sesqpew yg sudi nk f0ll0w dqn bqce bl0g aq nie...
(k0m3n skqli..hehehe)
ckgu ckp PPDPD nqk dqtqng...
x p0wn...
pnqt je siapkn sume 0mwok2 yg x siqp...
wqqqhh..tqpi hqsilnyq berbql0i gax...hehehehe
qku epy snad ary nieh...(hary2 p0wn sme jer)...
Aku ie dqtqng sk0wla bqb nk tngk muke 'dye' je..hqhqhqhqhqhq
juz minqt...x lebih..
kqng 'D' cemburu...wqwqwqwqwq
Dqn qku ttp qkn berusqhq qgqr bl0g qku mqkin berkembqng
dqn bleh menqrik minqt rmqi untuk sesqpew yg sudi nk f0ll0w dqn bqce bl0g aq nie...
(k0m3n skqli..hehehe)
Sunday, 6 March 2011
mqlqm yqng memb0sqnkqn...
qku tq pqt td0r lqq...
nth npe.. mngkn bqb qku dq td0r wqk 2 pqgi k0wt...
hqhqhq..
sengqlx...
dqh lq ngqh sket qty dgn s0wqnk dqx nie..qd0yqi...
sengqjq cqri pqsql lqq dyer th00..!!
nth npe.. mngkn bqb qku dq td0r wqk 2 pqgi k0wt...
hqhqhq..
sengqlx...
dqh lq ngqh sket qty dgn s0wqnk dqx nie..qd0yqi...
sengqjq cqri pqsql lqq dyer th00..!!
qku saket pr0t
qd0yai...memulqs-mulqs pr0t qku...pqhql??
merqnq qku weyh...
sknk nie p0wn st!!l sk3t g... Yq Allqh....
merqnq qku weyh...
sknk nie p0wn st!!l sk3t g... Yq Allqh....
Saturday, 5 March 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)






















